Archive for May, 2011

Tentang CI

Posted: May 16, 2011 in Uncategorized

menurut saya, CI itu pelajaran yang seru, asik, dan selalu aja memancing hasrat untuk berfikir out of the box. Langsung saja tanpa basa basi saya bilang, pelajaran ini fun dan membuat saya berfikir 2x untuk meremehkan pelajaran ini. Kalau disuruh memberi kritik dan saran, saya tidak tahu harus bilang apa, karena saya melihat pak apiq sudah bisa melihatnya, terutama melihat murid yang kreatif dan yang kurang kreatif. 

Kalau ada yang harus saya sesali dari CI adalah ketika saya absen dari pelajaran CI yang mengundang dosen tamu dan akhirnya saya di suruh untuk membuat sebuah video tentang bisnis model. Bukan menyesal karena di suruh membuat video, tetapi saya ingin sekali menyaksikan si dosen tamu yang terakhir kemarin. Oh iya jadi saya nemu saran ni, agar dosen tamu yang terakhir di undang lagi tahun depan. 

“Segitu aja tentang CI, intinya saya suka pelajaran ini. Saya suka cara dosen mengajar, saya suka cara tutor memperlakukan muridnya, saya suka tata krama di kelas ini, saya suka cara bermain kelas ini, saya suka waktu-waktu diskusi di kelas ini dan saya yakin peminat kelas ini akan semakin banyak dari tahun ke tahun. Beruntungnya saya mengambil mata kuliah ini.”

“Trimakasi pak apiq dan kak bayu”

 

-madeza alexander-

Advertisements

Lapo Ni Tondongta

Posted: May 16, 2011 in Uncategorized

Postingan ini merupakan UAS dari pelajaran CI yaitu membahas bisnis model tentang perusahaan lokal yang siap go internasional.

Kali ini saya memilih untunk mengambil restorant medan atau tempat makan khas orang batak. Restoran tersebut bernama Lapo ni Tondongta. Pemiliknya adalah seorang yang sudah sangat tidak asing lagi di telinga kita, yaitu Victor Hutabrat. Yap, penyanyi terkenal itu. 

 

Saya ambil contoh ini karena menurut saya, restoran ini sudah selayaknya berada di pasar Internasional. Sudah selayaknya makanan ini tidak hanya diproduksi di Indonesia, mengapa demikian? Karena, menurut saya, tempat makan atau restoran batak ini sudah pasti menjual makanan yang sering di sebut “tidak halal” (dalam hal ini sebu saja b1 dan b2 atau dengan kata lain babi dan anjing). 

 

Di Indonesia, seharusnya pasarnya tidak lah terlalu banyak, tetapi pada kenyataannya, tempat makan ini termasuk salah satu tempat teramai yang sangat dinikmati oleh para penikmat kuliner. Lebih daripada itu, para turis dari berbagai mancanegara sering kali mencari tempat ini. Jelas mereka tidak memiliki aturan hala atau tidak halal, yang pasti mereka sangat menyukai makanan ini. Terlebih, mereka tidak pernah mencicipi makanan seperti ini di ujung dunia manapun. Kalaupun ada, mungkin hanya menu, tetapi bumbu dan cara masak yang berbeda membuat masakan batak di Lapo ni Tondongta terasa berbeda.

Value proposition

Dengan caranya tersendiri menghidangkan masakan dengan masakan ala “orang batak” yang dengan kata lain, biar bagaimanapun, hanya orang batak sendirilah yang mempunya cita rasa terhadap masakan-masakan asal medan ini.

Costumer

  1. Costumer relationship , dalam hal ini saya melihat bahwa menggunakan jaringan sosial atau membuat komunitas-komunitas baru disetiap daerah merupakan solusi terjitu.
  2. Costumer segment, dalam hal ini saya melihat bahwa si pelanggan ini sudah pasti bukan umat islam  dan biasanya orang batak sendiri dengan kalangan semua umur.
  3. Distribution chanel, sebut saja bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan luar yang ternama.

Ecosystem

  1. Core capabilities, memberikan cita rasa tersendiri yang di ambil dari warisanan turun temurun ini menjadi sangat berharga dengan kelangkaannya di dunia.
  2. Partner network, bekerja sama dengan pabrik minuman terkemuka di setiap negara tertentu.
  3. Key Resources, adalah menu makanan yang jarang ditemui untuk dimasak kecuali di luar lagi, satu lagi yang tidak kalah penting adalah si juru masak yang memiliki cita rasa tersendiri.
Revenue Streams
Kesejahteraan karyawannya pasti terbayarkan jika pasar Internasional sudah ditembus.
Conclusion
Kalau dilihat lebih jauh, usaha rumah makan ini lebih disukai oleh orang asing atau turis. Pelanggannya sebagian turis dan sebagiannya lagi orang batak atau orang pribumi yang non-muslim. Jadi, peluang untuk restoran ini berbicara banyak di kancah Internasional sudah sangat terbuka lebar. Saya yakin untuk hal ini. Semoga maju terus produk dalam negri. 
Inilah persembahan nya yang bikin ngiler…

menulis di internet

Posted: May 14, 2011 in Uncategorized

Era ini sudah merupakan era yang sangat mendewakan internet. Sejak masih kecil atau pun sudah tua renta, tetap saja masih mengandalkan internet. Banyak hal yang mereka lakukan disana. 

 

 Bahkan tidak sedikit yang menggunakan internet sebagai ajang untuk bersosialisasi. Lebih dari setengahnya menggunakan tulisan tulisan tentang daya pikir mereka di dalamnya. Sebenarnya sah-sah saja untuk menulis di internet, malahan bagus untuk dilihat oleh sebagian orang. Sayangnya tidak sedikit juga orang yang menyalahgunakan tulisan-tulisan mereka di internet.Dipakai untuk membuat berita hoax atau membuat kepribadian palsu dengan tulisan-tulisan yang tidak jelas maksud dan tujuannya. 

Kalau harus berbicara objektif, memang menulis di internet adalah sebuah kebiasaan yang bagus. Pengembangan pola pikir dan beberapa pemilihan solusi untuk menyelesaikan masalah terselesaikan disini. Dengan kebiasaan menulis (dalam hal ini kita gunakan media internet), kita bisa melihat kepribadian beberapa orang. Kita juga belajar beberapa hal dari sana. Sayangnya, saya tidak suka media ini. Saya hanya suka menulis dan sepertinya saya lebih memilih untuk menulis dan tidak di internet karena menurut saya berbicara tentang internet itu berarti, berbicara tentang dunia. Ketika dunia ingin melihatnya, semua orang bisa. Saya tidak butuh dunia untuk melihat apalagi
mengomentari hidup saya atau pola pikir saya yang sudah saya tulis. Dengan pelajaran CI ini, saya belajar banyak untuk lebih mau untuk menulis di internet.

Kali ini saya membicarakan tentang bisnis model..

Inovasi  bisnis yang saya angkat adalah sebuah pengembangan produk yang saya namakan Cermin ajaib denga tagline “sangat sangat ajaib”.

Cermin ajaib ini memberikan pelayanan jasa bagi penggunanya. Dengan bercermin di cermin ajaib ini kita bisa melihat :

  1. Gambaran diri kita sesuai keinginan kita menggunakan kostum apa dan make up seperti apa. Contohnya apabila kita ingin pergi ke pesta dansa dan kita tidak ingin salah berkostum, kita bisa bercermin di cermin ini, dan pantulan cermin akan mengeluarkan gambaran diri kita dengan dress dan full make up sesuai dengan acara pesta dansa, jadi kita bisa mencontoh cermin untuk berdandan
  2. Kita juga bisa melihat kita disaat beberapa tahun ke depan. Seperti apa kita di beberapa tahun lagi, bisa kita lihat di cermin ini.
Cara kerjanya sangat mudah, hanya dengan mengetik keyboard yang ada di depan cermin sesuai yang kita inginkan, lalu kita berdiri di depan cermin selama 5 detik untuk di scan oleh cermin ajaib ini. Cermin ajaib ini juga terdiri dari beberapa pilihan bentuk dan jenis sesuai selera dan orderan. 
Tanpa perlu bicara panjang inilah sedikit contoh dari VIDEO bisnis model si cermin ajaib yang sangat sangat ajaib


mimpi

Posted: May 13, 2011 in Uncategorized

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi.

-Wikipedia-

Oleh karena itu, apabila kita sanggup bermimpi di dunia nyata, hal ini akan bisa menjadi dampak yang sangat luar biasa hebat. Sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya dan di luar dugaan si pemimpi. 

Sebagian dari diri saya berfikir bahwa kata-kata “mimpi” tidaklah lebih dari sebuah motivasi belaka. Sudah banyak sekali film yang mengangkat tema mimpi. Baik itu film luar ataupun dalam negri kita sendiri. Dan lagi, makna yang terkandung di dalamnya tidaklah lebih dari hanya memotivasi antara satu dengan manusia yang lain. Sebut saja film “laskar pelangi”yang di tulis oleh “Andre Hirata”

FIlm ini mengisakan tentang perjalanan hidup seorang anak belitong (ANDREA HIRATA) yang belajar dan terus belajar sehingga hasilnya dia bisa pergi ke Prancis untuk sekolah. Pada film tersebut tidak ada sedikitpun terlihat indikasi si anak belitong ini ingin sekolah di Prancis atau menjadi seorang penulis ternama. Dia hanya menjalankan hidupnya penuh dengan keyakinan dan akhirnya dia mendapatkan sesuatu di luar batas kemampuannya berfikir. Sedikit demi sedikit saya mulai berfikir bahwa hal inilah yang dinamakan mimpi. Bukan sesuatu yang kita inginkan sebelumnya lalu menjadi kenyataan. 

Dengan keraguan-keraguan saya akan sebuah mimpi, akhirnya saya menemukan jawaban atas semuanya. Saya melihat sebuah keinginan besar yang bisa di bilang seperti mimpi yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, yaitu sebuah ide dari sebuah perusahaan Jepang bernama NTT Docomo

 

 

Sungguh luar biasa melihatnya dan sekaligus menjawab semua keraguan saya tentang mimpi.

 

 

Tulisan ini adalah sebuah review dari seorang guest lecture yang bernama ADI PANUNTUN..

.

Orang ini adalah founder dari 9 matahari production. 9 matahari production sudah menghasilkan film yang mungkin sebagian dari kita sudah tau, yakni CIN(T)A. CIN(T)A merupakan sebuah film yang menceritakan tentang sebuah kisah cinta dengan konflik perbedaan agama. Film cinta dibuatnya sembari saat dia sedang kuliah di UK. Awalnya, film yang dia buat ini, tidak bisa diterima oleh semua instansi cinema (bioskop) yang ada di Indonesia. Tetapi dengan keliahaiannya dia membuat segalanya menjadi mungkin.. dia selalu mengandalkan “DESIGN THINKING”. Dia bisa berfikir kreatif dengan mencari pasar di luar negri dahulu, sehingga orang indonesia mencarinya. Beruntungnya, film ini laku keras di UK. Akhirnya ada satu instansi (BLITZ) yang mencarinya filmnya untuk diproduksi. Sungguh cara pikir yang sangat luar biasa. 

– Film CIN(T)A ketika di iklankan di UK-

Adi Panuntun juga seorang pembuat video mapping di kota tua. Hal ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Cara pikir yang menganut “design thinking” ini menjelma menjadi sebuah ide yang sangat kreatuf.

Di kelas, dia menggunakan banyak contoh untuk memperkuat cara pikir secara design ini antara lain seperti memberi contoh aqua dan teh botol.  Serta Buah apel dan Board marker. Dia menjelaskan panjang lebar tentang 2 hal itu, mulai dari proses dan penjelasannya. Prosesnya secara garis besar adalah 

Observe –> Synthesize –> Brainstorm –> Vote –> Prototype –> Story tell

Buat sebagian orang, contoh itulah yang menjadi pelajaran dari “guest lecture” hari ini, tetapi buat saya, pelajaran untuk mempelajari “thingking of design” yang dianutnya adalah dengan melihat proses hidupnya dengan beberapa hasil yang bisa dibilang “gila” seperti video mapping dan cara dia memproduksi film cin(T)a.